Teknik Disosiasi Kultur Sel
Disosiasi kultur sel adalah langkah penting dalam pemeliharaan kultur sel. Ini melibatkan pemisahan sel dari permukaan pertumbuhannya untuk memungkinkan subkultur atau pemanenan. Bagian ini menguraikan dua metode utama: menggunakan buffer disosiasi bebas enzim dan menggunakan reagen enzimatik.
1.menggunakan Buffer Disosiasi Sel Bebas Enzim
Metode ini lembut dan menjaga integritas sel tanpa menggunakan enzim:
- Persiapan
- Pastikan semua reagen dihangatkan hingga 37°C sebelum digunakan untuk menghindari guncangan pada sel.
- Penghapusan Media Pertumbuhan
- Buang media pertumbuhan lama dari bejana kultur.
- Pembilasan
- Bilas monolayer sel dengan 5 ml PBS bebas kalsium dan magnesium per labu T75 atau cawan 100 mm.
- Goyangkan bejana dengan lembut selama 30 hingga 60 detik pada suhu kamar.
- Aspirasi dan buang larutan pembilas.
- Ulangi langkah pembilasan ini sekali lagi.
- Disosiasi
- Tambahkan sekitar 5 ml Buffer Disosiasi Sel bebas enzim ke dalam bejana.
- Goyang perlahan pada suhu kamar selama 1 hingga 2 menit dan periksa disosiasi di bawah mikroskop.
- Ketuk labu atau cawan pada tangan untuk melepaskan sel jika perlu.
- Jika sel melekat, diamkan pada suhu kamar selama 2 hingga 5 menit, dan ketuk lagi jika perlu, dengan menggunakan lebih banyak buffer disosiasi.
- Setelah sel terlepas, tambahkan setidaknya 5 ml media pertumbuhan lengkap untuk menetralkan buffer disosiasi dan suspensi ulang sel.
- Pemeriksaan Viabilitas
- Pantau viabilitas sel selama subkultur, pastikan tetap di atas 90%.
2.menggunakan Reagen Lain untuk Disosiasi
Metode ini memungkinkan penggunaan berbagai reagen disosiasi:
- Penghapusan Media Bekas
- Buang media lama dari bejana kultur.
- Mencuci Sel
- Cuci sel dengan larutan garam seimbang yang bebas dari kalsium dan magnesium, atau gunakan EDTA.
- Tambahkan larutan pencuci dengan lembut ke sisi yang berlawanan dengan sel dan goyangkan bejana selama 1 hingga 2 menit sebelum membuang larutan pencuci.
- Disosiasi
- Oleskan 2 hingga 3 ml larutan disosiasi yang dipilih per 25 cm² permukaan pertumbuhan, memastikan cakupan lembaran sel.
- Inkubasi bejana pada suhu 37°C dan goyang perlahan. Disosiasi biasanya terjadi dalam waktu 5 hingga 15 menit, tergantung pada garis sel.
- Untuk sel yang membandel, mengetuk bejana dapat mempercepat prosesnya.
- Amati sel dengan hati-hati untuk mencegah paparan berlebih dan potensi kerusakan.
- Memanen Sel
- Setelah sel terlepas sepenuhnya, biarkan sel terkumpul di bagian bawah bejana dengan berdiri tegak.
- Tambahkan media lengkap, lalu bubarkan dan kumpulkan sel dengan memipet di atas lapisan sel.
- Hitung dan lanjutkan dengan subkultur.
Dalam kedua metode tersebut, penting untuk menentukan kondisi optimal untuk setiap garis sel melalui pengamatan empiris. Proses ini harus mempertahankan viabilitas sel, yang harus diperiksa secara rutin hingga melebihi 90% selama subkultur. Prosedur ini memberikan dasar bagi para peneliti untuk beradaptasi berdasarkan persyaratan dan karakteristik spesifik dari garis sel mereka.
3.gambaran Umum Teknik untuk Subkultur Sel yang Patuh
Subkultur yang efektif untuk sel yang melekat membutuhkan pelepasannya dari bejana kultur. Berbagai metode digunakan, masing-masing cocok untuk jenis dan kondisi sel yang berbeda. Ketika memilih metode disosiasi, sangat penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik dari garis sel dan tujuan percobaan. Pemantauan viabilitas sel secara teratur, dengan tujuan lebih dari 90% pada saat subkultur, sangat penting untuk kesehatan dan produktivitas kultur yang berkelanjutan. Berikut ini adalah ikhtisar dari prosedur-prosedur ini:
|
Prosedur |
Agen Disosiasi |
Aplikasi Umum |
|
Pengocokan Mekanis |
Agitasi lembut atau kuat dengan mengocok atau memipet |
Digunakan untuk sel yang melekat secara longgar atau dalam fase mitosis. |
|
Pengikisan Mekanis |
Alat fisik seperti pengikis sel |
Cocok untuk sel yang sensitif terhadap protease, meskipun dapat bersifat keras dan berpotensi merusak. |
|
Perawatan Enzimatis |
Larutan tripsin |
Efektif untuk sel yang melekat kuat pada bejana kultur. |
|
Perawatan Enzimatis |
Tripsin + Kolagenase |
Ideal untuk kultur sel yang padat atau yang memiliki pertumbuhan berlapis-lapis, terutama fibroblas. |
|
Perawatan Enzimatis |
Enzim dispase |
Memungkinkan pengangkatan sel epidermis dalam lembaran utuh, mempertahankan koneksi sel-ke-sel. |
|
Perawatan Enzimatis |
Enzim TrypLE&trade |
Pilihan disosiasi yang kuat untuk sel yang melekat kuat dan cocok untuk protokol yang membutuhkan reagen bebas asal hewan. |
|
Perawatan Enzimatis |
Accutase |
Alternatif yang lembut untuk tripsin, efektif untuk berbagai jenis sel, termasuk sel punca dan sel primer. |
|
Perawatan Enzimatis |
Tripsin + EDTA |
Kombinasi yang digunakan untuk meningkatkan pelepasan sel dengan mengkelat kation divalen, memfasilitasi aktivitas enzim. |