Pergi ke beranda

Sel HL-60: Hal-Hal Penting dalam Penelitian Leukemia Mieloid Akut

HL-60 adalah garis sel leukemia manusia yang abadi. Sel ini banyak digunakan untuk mempelajari biologi kanker dan menguji efektivitas obat antikanker. Selain itu, sel ini juga dapat digunakan untuk memahami mekanisme seluler dan molekuler yang terlibat dalam proliferasi dan diferensiasi sel leukemia.

📋 Garis Sel HL-60 — Fakta Singkat
Media Pertumbuhan
Lihat halaman produk
Waktu Perduplikan
Lihat halaman produk
Jenis Pertumbuhan
Adherent
Tingkat Keamanan Biologis
BSL-1
Tersedia dari
Cytion — Pesan HL-60

Garis sel HL-60: Asal-usul dan informasi umum

Garis sel HL-60 berfungsi sebagai model penting dalam penelitian hematologi, yang memberikan wawasan mendalam tentang sifat dan pengobatan leukemia promyelocytic akut. Posting blog ini membahas asal-usul dan ciri khas garis sel HL-60, yang menjelaskan perannya yang sangat penting dalam penelitian medis dan pengembangan terapi.

HL-60 pertama kali dikembangkan dari sel-sel leukemia seorang wanita Kaukasia berusia 36 tahun yang didiagnosis menderita leukemia promyelocytic akut. Pekerjaan pionir ini dilakukan oleh S.J. Collins dan timnya, menandai terobosan signifikan karena HL-60 merupakan garis sel leukemia mieloid pertama yang berhasil diisolasi dan dikultur dalam suspensi. Pencapaian ini telah memfasilitasi berbagai peluang penelitian dalam mempelajari leukemia dan penyakit terkait lainnya. Dari segi karakteristik fisik, sel HL-60 menunjukkan morfologi limfoblastik dan diketahui tumbuh dalam suspensi, dengan bentuk bulat. Ukuran sel ini bervariasi, dengan diameter berkisar antara 9 hingga 25 μm, yang mencerminkan heterogenitasnya. Pada tingkat genomik, garis sel HL-60 sebagian besar bersifat pseudodiploid, dengan jumlah kromosom modal sebesar 43. Menariknya, sebagian kecil (6,2%) sel menunjukkan komponen 2S, yang menambah kompleksitas pada susunan genetiknya [1].

Memahami aspek-aspek mendasar sel HL-60 ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kita tentang leukemia pada tingkat seluler, tetapi juga mendukung upaya penelitian yang sedang berlangsung untuk mengungkap modalitas pengobatan baru. Pada bagian berikut, kita akan mengeksplorasi bagaimana sifat unik dari garis sel HL-60 telah berkontribusi pada kemajuan signifikan dalam penelitian medis.

Jaringan leukemia monoseluler yang diamati di bawah mikroskop.

Informasi tentang kultur sel HL-60

Kultur sel HL-60 sederhana dan mudah. Bagian ini akan memperkenalkan Anda pada dasar-dasar seperti: Berapa lama waktu penggandaan sel HL-60? Apakah kultur sel HL-60 bersifat melekat atau suspensi? Berapa kepadatan penaburan sel HL-60? Media apa yang digunakan untuk pertumbuhan HL-60?

Waktu penggandaan:

Waktu penggandaan sel HL-60 adalah sekitar 36 hingga 48 jam.

Adheren atau suspensi:

Sel HL-60 tumbuh sebagai kultur suspensi.

Kepadatan penanaman:

Sel-sel ini disemai pada kepadatan 1 x 10 sel/ml saat subkultur dan pada 2 x 10⁵ sel/ml saat kultur baru dimulai.

Media pertumbuhan:

Media pertumbuhan RPMI 1640 yang ditambahkan dengan 10% FBS dan 2,5 mM L-glutamin digunakan untuk membiakkan sel HL-60. Media harus diganti 2 hingga 3 kali seminggu.

Kondisi pertumbuhan:

Sel HL-60 ditumbuhkan dalam inkubator yang dilembabkan pada suhu 37 °C dan pasokan CO 5 %.

Penyimpanan:

Sel HL-60 disimpan pada suhu di bawah -150 °C atau dalam fase uap nitrogen cair untuk menjaga jumlah sel yang tetap hidup sebanyak mungkin.

Media dan proses pembekuan:

Media pembekuan CM-1 atau CM-ACF digunakan untuk membekukan sel HL-60. Metode pembekuan lambat lebih disukai untuk pembekuan sel HL-60.

Proses pencairan:

Botol berisi sel HL-60 yang dibekukan dikocok dengan cepat dalam penangas air yang disetel pada suhu 37 °C. Setelah itu, sel disentrifugasi untuk menghilangkan media pembekuan. Media kultur baru ditambahkan, dan sel disuspensi kembali untuk dimasukkan ke dalam labu untuk pertumbuhan.

Tingkat keamanan biologis:

Tingkat keamanan biologis 1 direkomendasikan untuk penanganan kultur HL-60.

HL 60 cells

Sel suspensi HL-60 pada perbesaran 10x dan 20x.

Sel HL-60: Kelebihan dan Kekurangan

Sebelum bekerja dengan garis sel apa pun, Anda mungkin ingin mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Bagian artikel ini akan membahas beberapa kelebihan dan kekurangan penggunaan sel HL-60.

Kelebihan

Beberapa keunggulan utama dari garis sel HL-60 adalah:

  • Keserbagunaan: Sel HL-60 memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, termasuk monosit, makrofag, dan granulosit, dalam kondisi pertumbuhan yang sesuai. Hal ini membuatnya berguna untuk mempelajari diferensiasi seluler dan proses seluler lainnya.
  • Mudah dibudidayakan: Sel HL-60 mudah ditumbuhkan dan dipelihara dalam kultur suspensi, sehingga menjadi alat yang praktis untuk mempelajari berbagai proses seluler.
  • Model leukemia in vitro: Sel-sel ini diperoleh dari pasien dengan leukemia myeloid akut, sehingga memiliki karakteristik genetik dan molekuler yang mirip dengan penyakit tersebut.

Kekurangan

Kekurangan dari garis sel HL-60 adalah:

  • Potensi diferensiasi terbatas: HL-60 dapat berdiferensiasi menjadi beberapa garis keturunan mieloid sebagai respons terhadap rangsangan, tetapi potensi diferensiasi mereka terbatas dibandingkan dengan sel primer.

Aplikasi Garis Sel HL-60 dalam Penelitian: Dari Kanker hingga Imunologi dan Lebih Lanjut

Garis sel HL-60, yang berasal dari pasien dengan leukemia promielositik akut, telah menjadi landasan dalam penelitian medis karena keserbagunaannya dan kemudahan kulturnya. Kultur yang mudah dirawat ini sangat penting dalam berbagai aplikasi penelitian, dan kami bertujuan untuk mengeksplorasi beberapa yang paling signifikan, dengan memasukkan berbagai kata kunci investigasi untuk memberikan gambaran yang komprehensif.

Penelitian Kanker

Dalam bidang onkologi, garis sel HL-60 telah berperan penting dalam mengungkap kompleksitas sinyal sel kanker, meningkatkan pemahaman kita tentang ekspresi onkogen, dan mendorong penemuan target terapeutik baru. Garis sel ini merupakan bagian dari panel garis sel leukemia yang digunakan untuk menyaring agen kemoterapi baru. Salah satu contoh yang menonjol adalah penggunaan sel HL-60 untuk menguji sifat anti-leukemik senyawa yang diekstraksi dari organisme laut, yang mengungkapkan efek antiproliferatif dan pro-apoptotik [2]. Selain itu, garis sel ini telah memfasilitasi pemeriksaan jalur sinyal penting seperti JAK/STAT dan pengaruhnya terhadap proliferasi sel leukemia, serta menilai potensi terapeutik senyawa bioaktif seperti Thymoquinone [3].

Imunologi

Sel HL-60 merupakan sistem in vitro yang andal untuk menyelidiki berbagai respons imun, termasuk proses kompleks kemotaksis dan regulasi ekspresi mediator imun kunci. Sel-sel ini dapat berdiferensiasi menjadi sel mieloid yang mirip dengan makrofag dan neutrofil, sehingga berfungsi sebagai model serbaguna untuk menyelidiki jalur inflamasi. Misalnya, sel mirip makrofag yang berasal dari HL-60 digunakan untuk mengeksplorasi potensi antiinflamasi dari fitokimia dari genus Brassica [4]. Dalam studi lain, diferensiasi sel HL-60 menjadi sel mirip neutrofil memungkinkan para peneliti mengidentifikasi gen-gen yang sangat penting bagi diferensiasi seluler dan fungsi imun terkait [5].

Penemuan Obat

Kemampuan diferensiasi mieloid HL-60 juga dimanfaatkan dalam penemuan obat, terutama dalam mengidentifikasi kandidat yang berpotensi memodulasi jalur diferensiasi, yang sangat penting dalam pengobatan leukemia. Hal ini ditunjukkan oleh studi yang menggunakan garis sel HL-60 untuk mengevaluasi potensi antikanker dari produk alami [6].

Selain itu, garis sel HL-60 digunakan untuk mempelajari berbagai aspek biologi garis sel mieloid, seperti memahami bagaimana pengobatan dengan agen seperti asam retinoat dapat menyebabkan diferensiasi monositik, atau bagaimana sel-sel ini meniru neutrofil primer dalam menghasilkan perangkap ekstraseluler. Penggunaan model ini dalam mengungkap peristiwa molekuler pada neoplasma hematologis semakin diperluas melalui penerapannya dalam studi panel mutasi sel, terutama dalam konteks analisis hotspot p53 pada leukemia.

Bagi mereka yang meneliti mekanika seluler, waktu penggandaan HL-60, dan responsnya terhadap elektroporasi dalam saluran mikrofluida, garis sel ini menawarkan platform yang andal untuk penelitian.

Lini Sel HL-60 untuk Penelitian Anda

Sel HL-60: Publikasi penelitian

Terdapat beberapa studi penelitian mengenai sel HL-60. Di sini, kami telah mencantumkan beberapa contoh yang menonjol:

Efek apoptosis dan antiproliferatif Stigmast-5-en-3-ol dari Dendronephthya gigantea pada sel leukemia manusia HL-60 dan sel kanker payudara manusia MCF-7

Makalah penelitian ini mengusulkan efek antitumor dari suatu senyawa, Stigmast-5-en-3-ol, pada sel leukemia HL-60 dan sel kanker payudara MCF7.

Thymoquinone menekan proliferasi sel dan meningkatkan apoptosis sel leukemia HL60 melalui re-ekspresi regulator negatif JAK/STAT

Studi ini menjelaskan peran sinyal JAK/STAT dalam proliferasi sel HL-60. Selain itu, para peneliti menyelidiki potensi terapeutik senyawa Thymoquinone menggunakan garis sel leukemia ini. Senyawa tersebut menghambat proliferasi sel dan memicu kematian sel dengan mengaktifkan kembali ekspresi regulator negatif dari jalur JAK/STAT.

Analisis potensi anti-inflamasi senyawa bioaktif Brassica pada model sel mirip makrofag manusia yang berasal dari sel HL-60

Penelitian ini menggunakan sel HL-60 untuk membuat model sel mirip makrofag guna menyelidiki aktivitas antiinflamasi senyawa tanaman Brassica.

ERK terlibat dalam diferensiasi dan fungsi sel mirip neutrofil HL-60 yang diinduksi dimetil sulfoksida, yang meniru neutrofil inflamasi

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal International Immunopharmacology ini mengembangkan tiruan sel neutrofil dari garis sel HL-60 dengan menggunakan dimetil sulfoksida. Penelitian ini mengamati bahwa gen ERK terlibat dalam diferensiasi sel-sel ini.

Efek antitumor dari polifenol tumbuhan terpilih, asam galat, dan asam ellagat, pada sel leukemia HL60 yang sensitif dan resisten terhadap berbagai obat

Makalah penelitian ini menyelidiki potensi antikanker senyawa polifenol tumbuhan, yaitu asam galat dan asam ellagat, pada sel leukemia HL-60 yang sensitif dan resisten terhadap obat.

Sumber Daya Garis Sel HL-60: Protokol, Video, dan Lainnya

Tersedia berbagai sumber daya pendidikan online mengenai garis sel HL-60. Bagian ini akan membahas beberapa sumber daya yang menjelaskan kultur dan transfeksi garis sel ini.

Protokol kultur sel

Sumber daya yang menjelaskan metode kultur sel HL-60 adalah:

  • Perbanyakan HL-60: Dokumen ini akan memberikan informasi tentang subkultur sel HL-60.
  • Garis sel HL-60: Situs web ini berisi informasi dasar mengenai sel HL-60 dan protokol, termasuk kultur, pembekuan, dan pencairan sel.

Protokol transfeksi

Berikut adalah beberapa sumber yang menjelaskan metode transfeksi yang dipilih untuk sel HL-60.

Video terkait garis sel HL-60

Sumber daya video tentang sel HL-60 sangat terbatas.

Kami berharap artikel ini dapat memberikan informasi dasar tentang kultur dan pemeliharaan garis sel HL-60. Selain itu, artikel ini dapat memperluas pengetahuan Anda tentang keunggulan penggunaan sel leukemia ini dalam penelitian. Jika Anda berencana menggunakan garis sel ini, pesanlah dari kami.

Garis Sel HL-60: Pertanyaan Umum yang Penting bagi Para Peneliti

Baris sel HL-60 adalah baris sel leukemia promielositik yang diisolasi dari seorang pasien dengan leukemia promielositik akut. Baris sel ini banyak digunakan dalam penelitian untuk mempelajari diferensiasi sel mieloid dan ekspresi onkogen.

Asam retinoat memicu diferensiasi pada garis sel HL-60, sehingga sel-sel tersebut berkembang menjadi sel-sel yang menyerupai granulosit. Proses ini sangat penting untuk mempelajari mekanisme yang mendasari diferensiasi mieloid.

Serum merupakan komponen penting dalam media sel hematopoietik, yang menyediakan faktor pertumbuhan dan nutrisi esensial yang diperlukan untuk proliferasi dan pemeliharaan sel HL-60 dalam kultur.

Ya, garis sel HL-60 mampu melakukan kemotaksis, yaitu pergerakan sel sebagai respons terhadap rangsangan kimiawi. Hal ini membuatnya berguna untuk uji kemotaksis dan memahami migrasi sel.

Baris sel HL60, yang menunjukkan ekspresi onkogen seluler, berfungsi sebagai sistem model untuk meneliti regulasi ekspresi onkogen serta perannya dalam proses pembentukan leukemia.

Baris sel HL-60 sangat berharga dalam penelitian biologi sel, terutama untuk menyelidiki siklus sel, proses diferensiasi sel, dan peristiwa molekuler yang menyebabkan leukemia.

Panel garis sel leukemia memungkinkan dilakukannya studi perbandingan terhadap berbagai garis sel leukemia, termasuk komposisi genetiknya, profil mutasinya, respons terhadap obat, serta jalur molekuler yang terlibat dalam proses pembentukan leukemia, seperti jalur MAPK.

Sertifikat analisis dan asal biasanya dapat diunduh atau diminta dari pemasok atau lembaga penyimpanan yang menyediakan garis sel HL-60, sehingga para peneliti dapat memastikan bahwa sel yang mereka terima untuk penelitian mereka telah terverifikasi dan bebas dari kontaminan.

Baris sel HL-60 dapat didiferensiasi untuk memperoleh karakteristik yang mirip dengan neutrofil primer, termasuk kemampuan untuk membentuk perangkap ekstraseluler, sehingga para peneliti dapat menggunakannya sebagai model pengganti untuk mempelajari perilaku dan fungsi neutrofil.

Sel HL-60 digunakan sebagai model in vitro untuk mempelajari leukemia promielositik akut, biologi garis sel mieloid, serta pengaruh berbagai senyawa terhadap diferensiasi dan proliferasi. Sel ini juga dimanfaatkan dalam eksperimen yang menyelidiki respons seluler seperti kemotaksis, ekspresi onkogen, dan dampak mutasi terhadap proses seluler.

Singkatan "HL-60" merupakan singkatan dari "Human Leukemia 60." Singkatan ini merujuk pada garis sel ke-60 yang diisolasi dari pasien leukemia pada saat pengembangan awalnya. Huruf "HL" menunjukkan bahwa garis sel ini difokuskan pada sel-sel leukemia manusia.

Waktu penggandaan sel HL-60 adalah sekitar 36 hingga 48 jam dalam kondisi pertumbuhan yang optimal. Namun, hal ini dapat bervariasi tergantung pada kondisi kultur dan jumlah generasi sel.

Ketika sel HL-60 diberi perlakuan dengan Phorbol 12-myristate 13-acetate (PMA), sel-sel tersebut umumnya berdiferensiasi menjadi jenis sel yang menyerupai makrofag atau monosit. Diferensiasi ini merupakan bagian dari penelitian mengenai jalur diferensiasi monosit serta pemahaman terhadap mekanisme diferensiasi sel mieloid.

Daftar Pustaka

  1. Fleck, R., S. Romero-Steiner, dan M. Nahm, Penggunaan garis sel HL-60 untuk mengukur kapasitas opsonik antibodi pneumokokus. Clinical and Vaccine Immunology, 2005. 12(1): hlm. 19-27.
  2. Fernando, I.S., dkk., Efek apoptosis dan antiproliferatif Stigmast-5-en-3-ol dari Dendronephthya gigantea pada sel leukemia manusia HL-60 dan sel kanker payudara manusia MCF-7. Toxicology in Vitro, 2018. 52: hlm. 297-305.
  3. Almajali, B., dkk., Thymoquinone menekan proliferasi sel dan meningkatkan apoptosis sel leukemia HL60 melalui re-ekspresi regulator negatif JAK/STAT. Asian Pacific Journal of Cancer Prevention: APJCP, 2021. 22(3): hlm. 879.
  4. Ruiz-Alcaraz, A.J., dkk., Analisis potensi antiinflamasi senyawa bioaktif Brassica dalam model sel mirip makrofag manusia yang berasal dari sel HL-60. Biomedicine & Pharmacotherapy, 2022. 149: hlm. 112804.
  5. Wang, D., dkk., ERK terlibat dalam diferensiasi dan fungsi sel mirip neutrofil HL-60 yang diinduksi dimetil sulfoksida, yang meniru neutrofil inflamasi. International Immunopharmacology, 2020. 84: hlm. 106510.
  6. Núñez-Sánchez, M.Á., dkk., Aktivitas Antileukemik Senyawa Bioaktif Berasal dari Brassica pada Sel Leukemia Mieloid HL-60. International Journal of Molecular Sciences, 2022. 23(21): hlm. 13400.

Kami telah mendeteksi bahwa Anda berada di negara lain atau menggunakan bahasa peramban yang berbeda dari yang dipilih saat ini. Apakah Anda ingin menerima pengaturan yang disarankan?

Tutup