Pergi ke beranda

Sel THP-1 Terungkap: Penelitian Perintis dalam Bidang Leukemia

Garis sel THP-1, yang dikenal sebagai Tohoku Hospital Pediatrics-1, merupakan kultur sel leukemia monositik manusia yang mengalami imortalitas spontan. Garis sel ini berfungsi sebagai model serbaguna dalam studi biologi monosit, aktivitas makrofag, serta peran keduanya dalam kanker dan imunoterapi. Garis sel leukemia manusia THP-1 mencerminkan sifat fisiologis dan fungsional monosit darah tepi, menjadikannya sumber daya yang tak ternilai untuk menyelidiki antigen diferensiasi monosit serta aspek-aspek fisiologi monosit yang lebih luas. Artikel ini memberikan gambaran umum mendasar mengenai garis sel THP-1.

📋 Garis Sel THP-1 — Fakta Singkat
Media Pertumbuhan
Lihat halaman produk
Waktu Perlipatan
Lihat halaman produk
Jenis Pertumbuhan
Adherent
Tingkat Keamanan Biologis
BSL-1
Tersedia dari
Cytion — Pesan THP-1

Informasi Umum dan Asal-usul Garis Sel THP-1

Bagi yang baru pertama kali bekerja dengan garis sel THP-1, memahami karakteristik dasarnya sangatlah penting. Kami akan membahas definisi, asal-usul, morfologi, ukuran, dan sifat genomiknya.

Lini Sel THP-1: THP-1 adalah lini sel leukemia monositik manusia yang berasal dari darah tepi seorang pasien berusia 1 tahun yang didiagnosis menderita leukemia monositik akut (subtipe M5) pada tahun 1980.

Morfologi: Sel THP-1 memiliki morfologi sel yang bulat, besar, dan tunggal.

Ukuran Sel: Sel-sel ini relatif besar, dengan diameter rata-rata melebihi 21 µm.

Genom dan Ploidi: THP-1 adalah garis sel yang hampir diploid, dengan analisis kariotipe menunjukkan jumlah kromosom diploid (n = 46).

Ilustrasi 3D yang akurat secara medis mengenai jumlah sel darah putih yang terlalu tinggi akibat leukemia.

Pembiakan garis sel leukemia manusia THP-1

Pengetahuan yang memadai mengenai karakteristik suatu garis sel akan mempermudah proses pembiakannya. Bagian ini memberikan detail penting mengenai pembiakan dan pemeliharaan garis sel THP-1, termasuk waktu penggandaan, media kultur, sifat adhesi, kepadatan penaburan, kondisi pertumbuhan, penyimpanan, serta proses pembekuan dan pencairan.

Waktu Penggandaan: Waktu penggandaan sel THP-1 adalah sekitar 35 jam, meskipun hal ini dapat bervariasi antara 19 hingga 50 jam tergantung pada kondisi kultur.

Adhesi: Sel THP-1 tumbuh dalam suspensi tetapi dapat berdiferensiasi menjadi sel mirip makrofag yang melekat pada permukaan di bawah kondisi tertentu.

Kepadatan Penaburan: Kepadatan penaburan yang ideal berkisar antara 1,0x10^5 hingga 1,5x10^6 sel yang hidup/mL. Hal ini dicapai dengan mengencerkan sel dari kultur yang telah tumbuh hingga mencapai kepadatan yang diinginkan.

Media Pertumbuhan: Media yang direkomendasikan adalah RPMI 1640 yang ditambah dengan 10% FBS, 1 mM natrium piruvat, dan 2,5 mM L-glutamin.

Kondisi Pertumbuhan: Sel harus dikultur dalam inkubator yang dilembabkan dengan pasokan CO₂ 5% pada suhu 37°C.

Penyimpanan: Untuk penyimpanan jangka panjang, sel harus disimpan pada suhu di bawah -150°C untuk menjaga viabilitasnya.

Proses Pembekuan: Gunakan media CM-1 atau CM-ACF untuk metode pembekuan lambat, dengan penurunan suhu sebesar 1°C per menit.

Proses Pencairan: Aduk dengan cepat selama 40–60 detik dalam penangas air bersuhu 37°C yang mengandung agen antimikroba, kemudian pindahkan ke labu yang berisi media pertumbuhan.

Tingkat Keamanan Biologis: Sel THP-1 harus ditangani di laboratorium dengan tingkat keamanan biologis 1.

Penjelasan yang ringkas dan tepat secara ilmiah ini memberikan informasi penting mengenai garis sel THP-1, yang membantu para peneliti dalam pekerjaan mereka dengan alat penelitian yang berharga ini.

THP 1 cells at high and low confluency

Sel THP-1 pada tingkat konfluensi tinggi dan rendah.

Menjelajahi Biologi Makrofag dengan Garis Sel THP-1: Wawasan tentang Diferensiasi, Fungsi, dan Dinamika Sistem Kekebalan

Sel THP-1 sebagai Model untuk Analisis Diferensiasi dan Fungsi Makrofag

Dalam kaitannya dengan sel THP-1, diferensiasi dan fungsi makrofag memiliki signifikansi yang unik. Sel THP-1 merupakan garis sel monosit leukemia manusia yang umum digunakan sebagai model untuk mempelajari biologi monosit dan makrofag secara in vitro. Sel-sel ini memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel mirip makrofag ketika diberi perlakuan dengan phorbol 12-myristate 13-acetate (PMA), yang meniru transisi yang dialami monosit perifer untuk menjadi makrofag di dalam tubuh. Setelah berdiferensiasi, makrofag yang berasal dari sel THP-1 dapat dipolarisasi menjadi makrofag tipe M1 atau M2 melalui rangsangan spesifik, yang mencerminkan keadaan pro-inflamasi yang terkait dengan M1 atau keadaan anti-inflamasi dan perbaikan jaringan yang terkait dengan M2.

Makrofag THP-1 yang telah berdiferensiasi ini mempertahankan fungsi-fungsi utama seperti fagositosis, presentasi antigen, dan produksi sitokin, menjadikannya sistem in vitro yang sangat berharga untuk menyelidiki mekanisme molekuler dan seluler yang mendasari respons makrofag terhadap berbagai sinyal. Penelitian yang menggunakan sel THP-1 telah memberikan wawasan mengenai aktivitas makrofag, termasuk respons terhadap agen infeksius, interaksi dengan sel kanker, serta peran makrofag dalam imunoregulasi dan peradangan. Sel THP-1 juga berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk menyaring senyawa terapeutik potensial yang dapat memodulasi aktivitas makrofag serta untuk mengeksplorasi aspek imunologis keterlibatan makrofag dalam patogenesis dan resolusi penyakit.

Menjelajahi Polarisasi dan Aktivitas Makrofag dengan THP-1

Sel THP-1 berperan penting dalam studi polarisasi makrofag manusia, suatu proses yang krusial untuk memahami respons imun dalam kondisi sehat maupun sakit. Dengan mendiferensiasi sel THP-1 menjadi makrofag M0, M1, dan M2, para peneliti dapat mengkaji aktivasi makrofag klasik (M1) yang terkait dengan respons proinflamasi serta polarisasi makrofag M2, yang berhubungan dengan proses antiinflamasi atau penyembuhan. Model polarisasi makrofag ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fungsi-fungsi yang ditunjukkan makrofag dalam berbagai konteks, termasuk perkembangan tumor dan respons sel kanker terhadap terapi.

THP-1 dalam Penelitian Kanker: Dari Apoptosis hingga Resistensi Kemoterapi

Garis sel THP-1 memegang peranan penting dalam mempelajari apoptosis sel kanker dan mekanisme yang mendasari respons sel tumor terhadap pengobatan. Uji yang memanfaatkan sel THP-1, seperti uji ADCP yang menargetkan sel kanker tertentu, membantu mengungkap interaksi antara makrofag dan sel tumor, termasuk sel HepG2. Selain itu, penyelidikan aktivitas caspase pada sel THP-1 berkontribusi pada pemahaman kita tentang apoptosis, suatu proses kritis dalam perkembangan kanker dan pengobatannya. Dampak agen kemoterapi, seperti etoposide, pada sel THP-1 memberikan wawasan mengenai peran sel-sel ini dalam resistensi kemoterapi, yang semakin menekankan relevansinya dalam penelitian kanker.

Sel THP-1 dan Imunoterapi: Penargetan dan Respons

Dalam bidang imunoterapi, sel THP-1 digunakan untuk memodelkan interaksi antara sel-sel imun dan kanker, guna menyelidiki bagaimana makrofag dapat dimanfaatkan untuk menargetkan sel-sel kanker, seperti sel Raji. Studi tentang ekspresi mRNA dan protein pada sel THP-1 membantu memahami jalur sinyal yang kompleks yang terlibat dalam respons imun serta potensi intervensi terapeutik. Penelitian ini sangat penting untuk mengembangkan strategi memanipulasi aktivitas makrofag guna meningkatkan hasil imunoterapi.

Garis sel THP-1, melalui kemampuannya meniru monosit perifer dan mengalami polarisasi makrofag, telah menjadi landasan utama dalam studi leukemia manusia, biologi makrofag, serta implikasinya dalam kanker dan imunoterapi. Fleksibilitas dan relevansinya dalam berbagai uji membuatnya menjadi alat yang esensial untuk memajukan pemahaman kita mengenai peran sistem kekebalan dalam kesehatan dan penyakit.

Jelajahi Koleksi Garis Sel THP-1 Kami

Aplikasi Penelitian Sel THP-1

Sebelum bekerja dengan garis sel apa pun, Anda perlu mempelajari aplikasi penelitiannya dan memahami cara memanfaatkan sel-sel ini dalam penelitian Anda. Di sini kami telah menyebutkan beberapa aplikasi penelitian utama dari garis sel THP-1.

Lini sel THP-1 banyak digunakan dalam penelitian imunologi karena dapat berdiferensiasi menjadi berbagai sel imun. Berikut adalah beberapa contoh penelitian yang telah memanfaatkan sel THP-1:

  • Sebuah penelitian pada tahun 2018 menggunakan sel THP-1 untuk memperoleh sel makrofag dan menyelidiki jalur peradangan serta mekanisme terkait. Para peneliti menemukan bahwa protein yang disebut apolipoprotein A-1 binding protein (AIBP) dapat menghentikan jalur peradangan dengan berikatan pada apoA-1 dan menstabilkan ATP-binding cassette transporter A1 (ABCA1) [3].
  • Studi lain menggunakan sel THP-1 untuk mengembangkan sel mirip monosit dan menyelidiki efek asam docosahexaenoic (DHA) sebagai neuroprotektan pada sel-sel tersebut dalam konteks penyakit Alzheimer. Studi tersebut mengeksplorasi mekanisme potensial yang mendasari interaksi protein amyloid beta (Aβ) [4].
  • Makrofag yang berasal dari garis sel THP-1 digunakan dalam studi lain untuk menyelidiki potensi promotor tumor dari eksosom yang disekresikan oleh sel adenokarsinoma duktal pankreas (PDAC) [5].

Publikasi yang Menyoroti Sel THP-1 dalam Penelitian Ilmiah

Terdapat banyak penelitian mengenai sel THP-1. Berikut ini kami cantumkan beberapa contoh yang relevan:

Sumber Daya untuk Garis Sel THP-1

Bagian ini akan membahas semua sumber daya daring yang tersedia mengenai sel THP-1. Hal ini akan sangat membantu Anda mempelajari protokol kultur, diferensiasi, dan transfeksi.

Protokol kultur sel

Berikut adalah beberapa sumber daya yang menjelaskan protokol kultur dan penanganan sel THP-1.

  • Protokol kultur dan diferensiasi: Dokumen ini berisi informasi terperinci dan komprehensif mengenai media kultur sel, subkultur, pembekuan dan pencairan, serta protokol diferensiasi sel-sel ini.
  • Subkultur sel THP-1: Dokumen ini berisi protokol subkultur untuk sel THP-1.

Protokol transfeksi

Video terkait sel THP-1

THP-1 adalah garis sel yang banyak dikultur. Tersedia banyak sumber video yang menjelaskan penanganan dan kultur garis sel ini:

Kami berharap artikel ini berisi informasi yang tepat mengenai kultur sel THP-1, diferensiasi, keunggulan, dan aplikasi penelitiannya. Jika Anda berencana menggunakan model sel in vitro leukemia mieloid akut ini dalam penelitian Anda, pertimbangkan untuk memesannya dari kami.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang garis sel THP-1

Daftar Pustaka

  1. Chanput, W., J.J. Mes, dan H.J. Wichers, Garis sel THP-1: model sel in vitro untuk pendekatan modulasi imun. International Immunopharmacology, 2014. 23(1): hlm. 37-45.
  2. Chanput, W., V. Peters, dan H. Wichers, Sel THP-1 dan U937. Dampak Senyawa Bioaktif Pangan terhadap Kesehatan: model in vitro dan ex vivo, 2015: hlm. 147-159.
  3. Zhang, M., dkk., Protein pengikat apolipoprotein A-1 menghambat jalur sinyal inflamasi dengan mengikat apolipoprotein A-1 pada makrofag THP-1. Circulation Journal, 2018. 82(5): hlm. 1396-1404.
  4. Yuan, S., dkk., DHA mengurangi nekroptosis yang diinduksi Aβ melalui jalur sinyal RIPK1/RIPK3 pada monosit THP-1. Biomedicine & Pharmacotherapy, 2020. 126: hlm. 110102.
  5. Linton, S.S., dkk., Efek promotor tumor dari eksosom sel kanker pankreas pada makrofag yang diinduksi dari THP-1. PLoS One, 2018. 13(11): hlm. e0206759.


Kami telah mendeteksi bahwa Anda berada di negara lain atau menggunakan bahasa peramban yang berbeda dari yang dipilih saat ini. Apakah Anda ingin menerima pengaturan yang disarankan?

Tutup